RIWAYAT ELEVATOR/LIFT
Elevator
penumpang pertama dipasang oleh Otis di New York pada tahun 1857. Setelah
meninggalnya Otis pada tahun 1861, anaknya, Charles dan Norton mengembangkan
warisan yang ditinggalkan oleh Otis dengan membentuk Otis Brothers & Co.,
pada tahun 1867.
Pada
tahun 1873 lebih dari 2000 elevator Otis telah dipergunakan di gedung-gedung
perkantoran, hotel, dan department store di seluruh Amerika, dan lima tahun
kemudian dipasanglah elevator penumpang hidrolik Otis yang pertama.Berikutnya
adalah era Pencakar Langit.
Pada
tahun 1889 Otis mengeluarkan mesin elevator listrik direct-connected geared
pertama yang sangat sukses.
Pada
tahun 1903, Otis memperkenalkan desain yang akan menjadi “tulang punggung”
industri elevator,yaitu : elevator listrik gearless traction yang dirancang dan
terbukti mengalahkan usia bangunan itu sendiri. Hal ini membawa pada
berkembangnya jaman struktur-struktur tinggi, termasuk yang paling menonjol
adalah Empire State building dan World Trade Center di New York, John Hancock Center
di Chicago dan CN Tower di Toronto.
Selama
bertahun-tahun ini, beberapa dari inovasi yang dibuat oleh Otis dalam bidang
pengendalian otomatis adalah Sistem Pengendalian Sinyal, Peak Period Control,
Sistem Autotronik Otis dan Multiple Zoning. Otis adalah yang terdepan di dunia
dalam pengembangan teknologi komputer dan perusahaan tersebut telah membuat
revolusi dalam pengendalian elevator sehingga tercipta peningkatan yang
dramatis dalam hal waktu reaksi elevator dan mutu berkendara dalam elevator.
CARA KERJA ELEVATOR/LIFT
Pada
sistem geared atau gearless (yang masing-masing digunakan pada instalasi gedung
dengan ketinggian menengah dan tinggi), kereta elevator tergantung di ruang
luncur oleh beberapa steel hoist ropes, biasanya dua puli katrol, dan sebuah
bobot pengimbang (counterweight). Bobot kereta dan counterweight menghasilkan
traksi yang memadai antara puli katrol dan hoist ropes sehingga puli katrol
dapat menggegam hoist ropes dan bergerak serta menahan kereta tanpa selip
berlebihan. Kereta dan counterweight bergerak sepanjang rel yang vertikal agar
mereka tidak berayun-ayun.
Mesin
untuk menggerakkan elevator terletak di ruang mesin yang biasanya tepat di atas
ruang luncur kereta. Untuk memasok listrik ke kereta dan menerima sinyal
listrik dari kereta ini, dipergunakan sebuah kabel listrik multi-wire untuk
menghubungkan ruang mesin dengan kereta. Ujung kabel yang terikat pada kereta
turut bergerak dengan kereta sehingga disebut sebagai “kabel bergerak
(traveling cable)”.
Mesin
geared memiliki motor dengan kecepatan lebih tinggi dan drive sheave
dihubungkan dengan poros motor melalui gigi-gigi di kotak gigi, yang dapat
mengurangi kecepatan rotasi poros motor menjadi kecepatan drive-sheave rendah.
Mesin gearless memiliki motor kecepatan rendah dan puli katrol penggerak
dihubungkan langsung ke poros motor.
Pada
sistem hidrolik (terutama digunakan pada instalasi di gedung rendah, dengan
kecepatan kereta menengah), kereta dihubungkan ke bagian atas dari piston
panjang yang bergerak naik dan turun di dalam sebuah silinder. Kereta bergerak
naik saat oli dipompa ke dalam silinder dari tangki oli, sehingga mendorong
piston naik. Kereta turun saat oli kembali ke tangki oli.
Aksi
pengangkatan dapat bersifat langsung (piston terhubungkan ke kereta) atau roped
(piston terikat ke kereta melalui rope). Pada kedua cara tersebut, pekerjaan
pengangkatan yang dilakukan oleh pompa motor (energi kinetik) untuk mengangkat
kereta ke elevasi yang lebih tinggi sehingga membuat kereta mampu melakukan
pekerjaan (energi potensial). Transfer energi ini terjadi setiap kali kereta
diangkat. Ketika kereta diturunkan, energi potensial digunakan habis dan siklus
energi menjadi lengkap sudah. Gerakan naik dan turun kereta elevator
dikendalikan oleh katup hidrolik.
******
RIWAYAT ESKALATOR
Pada
tahun 1899, Charles D. Seeberger bergabung dengan Perusahaan Otis Elevator Co.,
yang mana dari dia timbullah nama eskalator (yang diciptakan dengan
menggabungkan kata scala, yang dalam bahasa Latin berarti langkah-langkah
(step), dengan elevator). Bergabungnya Seeberger dan Otis telah menghasilkan
eskalator pertama step type eskalator untuk umum, dan eskalator itu dipasang di
Paris Exibition 1900 dan memenangkan hadiah pertama. Mr. Seeberger pada
akhirnya menjual hak patennya ke Otis pada tahun 1910.
Eskalator lurus dan melengkung
Dalam
perkembangannya, perusahaan Mitsubishi Electric Corporation telah berhasil
mengembangkan eskalator spiral (kenyataannya lebih cenderung
melengkung/curvedaripada
melingkar/spiral)
dan secara eksklusif dijual sejak pertengahan tahun 1980. Eskalator ini
dipasang di Osaka, Jepang pada tahun 1985.
CARA KERJA ESKALATOR
Pendaratan/Landing
Floor
plate rata dengan lantai akhir dan diberi engsel atau dapat dilepaskan untuk
jalan ke ruang mesin yang berada di bawah floor plates.
Comb
plate adalah bagian antara floor plate yang statis dan anak tangga bergerak.
Comb plate ini sedikit miring ke bawah agar geriginya tepat berada di antara
celah-celah anak tangga-anak tangga. Tepi muka gerigi comb plate berada dibawah
permukaan cleat.
Landasan
penopang/Truss
Landasan
penopang adalah struktur mekanis yang menjembatani ruang antara pendaratan
bawah dan atas. Landasan penopang pada dasarnya adalah kotak berongga yang
terbuat dari bagian-bagian bersisi dua yang digabungkan bersama dengan
menggunakan sambungan bersilang sepanjang bagian dasar dan tepat dibawah bagian
ujungnya. Ujung-ujung truss tersandar pada penopang beton atau baja.
Lintasan
Sistem
lintasan dibangun di dalam landasan penopang untuk mengantarkan rantai anak
tangga, yang menarik anak tangga melalui loop tidak berujung. Terdapat dua
lintasan: satu untuk bagian muka anak tangga (yang disebut lintasan roda anak
tangga) dan satu untuk roda trailer anak tangga (disebut sebagai lintasan roda
trailer). Perbedaan posisi dari lintasan-lintasan ini menyebabkan anak
tangga-anak tangga muncul dari bawah comb plate untuk membentuk tangga dan
menghilang kembali ke dalam landasan penopang.
Lintasan
pembalikan di pendaratan atas menggulung anak tangga-anak tangga mengelilingi
bagian ujung dan kemudian menggerakkannya kembali ke arah yang berbeda.
Lintasan overhead berfungsi untuk memastikan bahwa roda trailer tetap berada di
tempatnya saat rantai anak tangga diputar kembali.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar