Miss World adalah kontes kecantikan internasional yang diprakarsai oleh Eric Morley pada tahun 1951 dan pertama kali diadakan di Inggris. Setelah kematiannya pada tahun 2000 istrinya menggantikannya dan melanjutkan kontes miss world
Sama seperti miss universe dan miss earth,kontes miss world juga dikenal oleh masyarakat umum
Pemenang Miss world tinggal di inggris selama masa baktinya dan juga keliling dunia sesuai program dari miss world
miss world tahun 2013 merupakan edisi ke-63, yang diadakan pada tanggal 28 September 2013 di Bali tepatnya di Nusa dua, Indonesia ,pembawa acara pada malam puncak adalah Kamal Ibrahim, Daniel Mananta, Amanda Zevannya, Myleene Klass dan Steve Douglas.
Di akhir acara, Miss World 2012, Yu Wenxia dari Republik Rakyat Cina memberi mahkota miss world 2012 kepada Megan Young yang berasal dari filipina sebagai Miss World 2013.
Pro dan Kontra tentang miss world:
menurut saya pribadi saya tidak mempermasalahkan kontes tersebut asalkan masih mengikuti aturan dan norma-norma yang berlaku di masyarakat, di indonesia norma dan aturan yang berlaku sangat banyak di karnakan indonesia adalah negara yang heterogen.
Seperti yang kita ketahui kontes ini banyak di kenal warga sebagai kontes bikini karna adanya salah satu acara miss world yang bertemakan pakaian renang atau bikini dan ini sangat bertentangan dengan budaya indonesia
Sudah banyak beberapa kalangan masyarakat yang mencekal kegiatan miss world karna dari pola pikir keagamaan itu termasuk kegiatan yang dilarang tuhan karna memamerkan aurat, sebagai orang yang mengetahui adanya acara ini kita wajib menolaknya ataupun mencegahnya.
Memang acara bisa tetap berjalan jika panitia acara mengganti atau menghilangkan aturan yang menggunakan pakaian sexy tersebut.
Mereka harusnya malu untuk menunjukan bagian tubuhnya yang tidak boleh untuk di lihat orang lain apalagi dilihat lawan jenis
Setelah saya tanya kepada beberapa teman saya apakah mereka pro atau kontra hasilnya mereka banyak yang menjawab kontra tetapi ada juga yang pro, mereka memilih pro karna alasan memajukan tempat wisata yang ada di negaranya.
Penyelenggaraan kontes kecantikan
Miss World 2013 terus menuai pro dan kontra. Ormas Islam dan Majelis
Ulama Indonesia (MUI) secara tegas menolak Indonesia menjadi tuan rumah
Miss World.
Aksi unjuk rasa menolak penyelenggaraan kontes Miss World pun bergulir deras. Akibat derasnya aksi penolakan terhadap penyelenggaraan Miss World itu, malam final kontes ratu kecantikan itu tak jadi digelar di Bogor, Jawa Barat. Miss Wolrd pun digelar di Bali.
MUI pun mengkritisi kebijakan pemerintah yang memindahkan penyelenggaraan Miss World ke Bali. Pemerintah pun dinilai tidak mendengarkan anjuran MUI. Apa yang rekomendasikan MUI ke pemerintah adalah membatalkan sama sekali penyelenggaran Miss World di Indonesia, bukan melokalisirnya di Bali.
Ketua MUI Pusat Bidang Seni dan Budaya KH Cholil Ridwan mengatakan, sepertinya pemerintah tidak menghargai dan mendengarkan lagi nasihat MUI sebagai mitranya.
"Yang kita sarankan itu membatalkan bukan memindahkan, tapi membatalkannya," ujarnya.
Ada yang kontra namun ada pula yang pro. Jeffrie Geovanie, Board of Advisor CSIS, justru menyesalkan keputusan pemerintah yang memindahkan acara malam final Miss World dari Bogor ke Bali.
'Sangat disesalkan karena menunjukkan betapa lemahnya pemerintah terhadap tekanan-tekanan dari pihak yang kontra pada acara Miss World,'' ungkap Jeffrie. Menurut dia, pemerintah seharusnya belajar dari Gubernur Jakarta, Jokowi yang tetap kokoh mempertahankan Lurah yang ditolak hanya karena agamanya bukan agama mayoritas. Jeffrie menilai, setelah 2014 Indonesia membutuhkan kepemimpinan model kepemimpinan Jokowi di Jakarta.
Fajar Riza Ul Haq, direktur eksekutif Maarif Institute juga menyesalkan cara pemerintah menghadapi polemik penyelenggaraan Miss World.
''Jalan keluar yang diambil mencerminkan pemerintah tidak bertanggung jawab terhadap keputusannya sendiri. Padahal pemerintah telah jauh-jauh hari memberikan ijin kegiatan Miss World di Jakarta dan Sentul, Bogor," cetusnya.
Fajar juga menilai ketidaksiapan kepolisian untuk memberikan jaminan keamanan di luar Bali merendahkan wibawa aparat negara. ''Kasus ini menambah bukti bahwa memang pemerintah selalu gagal keluar dari bayang-bayang tekanan ideologis atas nama mayoritas,'' tuturnya.
Terkait polemik ini, Menteri Agama Suryadharma Ali membantah bila sikap pemerintah terpecah atas penyelenggaraan Miss World di Indonesia. Ini mengingat di satu sisi pemerintah memberi izin penyelenggaraan. Namun di sisi lain, juga meminta untuk dibatalkan.
Menurutnya, pemberian izin dikeluarkan oleh Kementerian Perdagangan, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, serta Gubernur Bali. Termasuk prosedur pengamanan dari kepolisian.
Sementara Kementerian Agama meminta penyelenggara mendengarkan saran Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk membatalkan ajang kecantikan ini. "Pemerintah tidak terpecah, tetapi berbicara sesuai dengan porsinya," ujar Menag.
Selaku Menteri Agama, kata dia, pendapat yang perlu didengar atas hal ini adalah MUI. Namun, kementerian yang lain tentu memiliki pandangan yang berbeda.
Aksi unjuk rasa menolak penyelenggaraan kontes Miss World pun bergulir deras. Akibat derasnya aksi penolakan terhadap penyelenggaraan Miss World itu, malam final kontes ratu kecantikan itu tak jadi digelar di Bogor, Jawa Barat. Miss Wolrd pun digelar di Bali.
MUI pun mengkritisi kebijakan pemerintah yang memindahkan penyelenggaraan Miss World ke Bali. Pemerintah pun dinilai tidak mendengarkan anjuran MUI. Apa yang rekomendasikan MUI ke pemerintah adalah membatalkan sama sekali penyelenggaran Miss World di Indonesia, bukan melokalisirnya di Bali.
Ketua MUI Pusat Bidang Seni dan Budaya KH Cholil Ridwan mengatakan, sepertinya pemerintah tidak menghargai dan mendengarkan lagi nasihat MUI sebagai mitranya.
"Yang kita sarankan itu membatalkan bukan memindahkan, tapi membatalkannya," ujarnya.
Ada yang kontra namun ada pula yang pro. Jeffrie Geovanie, Board of Advisor CSIS, justru menyesalkan keputusan pemerintah yang memindahkan acara malam final Miss World dari Bogor ke Bali.
'Sangat disesalkan karena menunjukkan betapa lemahnya pemerintah terhadap tekanan-tekanan dari pihak yang kontra pada acara Miss World,'' ungkap Jeffrie. Menurut dia, pemerintah seharusnya belajar dari Gubernur Jakarta, Jokowi yang tetap kokoh mempertahankan Lurah yang ditolak hanya karena agamanya bukan agama mayoritas. Jeffrie menilai, setelah 2014 Indonesia membutuhkan kepemimpinan model kepemimpinan Jokowi di Jakarta.
Fajar Riza Ul Haq, direktur eksekutif Maarif Institute juga menyesalkan cara pemerintah menghadapi polemik penyelenggaraan Miss World.
''Jalan keluar yang diambil mencerminkan pemerintah tidak bertanggung jawab terhadap keputusannya sendiri. Padahal pemerintah telah jauh-jauh hari memberikan ijin kegiatan Miss World di Jakarta dan Sentul, Bogor," cetusnya.
Fajar juga menilai ketidaksiapan kepolisian untuk memberikan jaminan keamanan di luar Bali merendahkan wibawa aparat negara. ''Kasus ini menambah bukti bahwa memang pemerintah selalu gagal keluar dari bayang-bayang tekanan ideologis atas nama mayoritas,'' tuturnya.
Terkait polemik ini, Menteri Agama Suryadharma Ali membantah bila sikap pemerintah terpecah atas penyelenggaraan Miss World di Indonesia. Ini mengingat di satu sisi pemerintah memberi izin penyelenggaraan. Namun di sisi lain, juga meminta untuk dibatalkan.
Menurutnya, pemberian izin dikeluarkan oleh Kementerian Perdagangan, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, serta Gubernur Bali. Termasuk prosedur pengamanan dari kepolisian.
Sementara Kementerian Agama meminta penyelenggara mendengarkan saran Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk membatalkan ajang kecantikan ini. "Pemerintah tidak terpecah, tetapi berbicara sesuai dengan porsinya," ujar Menag.
Selaku Menteri Agama, kata dia, pendapat yang perlu didengar atas hal ini adalah MUI. Namun, kementerian yang lain tentu memiliki pandangan yang berbeda.
“Ada sebuah
polemik terjadi di saat ada Ibu sibuk ke salon “ngikutin trend Miss World”, dan
ada Ibu lain yang bingung mencari biaya berobat untuk anaknya”. (Rakyat)
Kontes Miss
World 2013 yang telah dibuka di Nusa Dua, Bali, pada Minggu (8/9/2013) dan
disiarkan secara langsung di 160 negara seluruh dunia. Jumlah ini memecahkan
rekor sebelumnya yang hanya live di 120 negara. Pada malam pembukaan tersebut,
dipentaskan sajian-sajian beragam pertunjukan kebudayaan Indonesia mulai dari
Tari Kecak hingga Tari Kipas Cendana yang akan dibawakan oleh 16 kontestan Miss
World. Luar biasa!!
Perhelatan
kontes kecantikan dan ratu sejagad Miss World ke-63 tahun 2013 “tentunya” akan
menjadikan Indonesia menjadi sorotan dunia. Sebab, untuk pertama kalinya,
Indonesia sebagai negara Muslim terbesar di dunia ini akan mencatatkan dirinya
sebagai negara penyelenggara kontes kecantikan Miss World. Dan juga Indonesia
mencatat sejarah sebagai penyelenggara Miss World 2013 ini menjadi ajang
“pemboyong ratusan wanita terbaik” dan terbanyak dari berbagai negara.
Meski
pembukaan berjalan lancar “luar biasa”, namun final yang semula direncanakan
digelar di Jakarta terancam batal karena adanya penolakan sejumlah pihak.
Apakah ini menjadi kebanggaan? Atau sebuah kemunduran kebudayaan? Itu hanyalah
pertanyaan “iseng” penulis untuk mencoba “merangsang” syahwat berpikir dalam
menyikapi persoalan Pro kontra tentang Miss World ini.
Memang
itulah yang disebut dengan Pro dan kontra, karena meski sudah mengantongi izin
resmi dan mendapat dukungan dari masyarakat Indonesia, ada pihak-pihak yang
menyayangkan kontes Miss World digelar di Indonesia. Sejumlah organisasi
masyarakat Islam ramai-ramai memprotes Miss World ini. Front Pembela Islam
(FPI) bahkan berkehendak mendesak “membubarkannya”. Alasannya kontes itu tak
sejalan dengan nilai-nilai Islam. Tak hanya FPI yang menolak, Majelis Ulama
Indonesia (MUI) pun menyerukan penolakan kontes Miss World digelar di Bali,
dengan alasan kontes tingkat dunia itu sangat bertentangan dengan nilai-nilai
keagamaan dan mengumbar aurat sehingga dapat menimbulkan maksiat. MUI juga
membantah bahwa penyelenggaraan Miss World dapat memberi keuntungan untuk
pariwisata Indonesia, seperti mendatangkan wisatawan mancanegara. Pun demikian
pendapat dari Komite Indonesia untuk Pemberantasan Pornografi dan Pornoaksi.
Yang menganggap kontes Miss World ini bagaimana “Perempuan hanya dijadikan
komoditas dan Merendahkan kaum perempuan”. Dan katanya kontes kecantikan itu
tak sejalan dengan nilai-nilai budaya bangsa.
Banyak yang
menentang, memang. Tapi tak sedikit yang mendukung. Contohnya dari Komisi
Nasional Hak Asasi Manusia. Dengan alasan setiap orang berhak mengembangkan
diri. Dan keputusan Indonesia menjadi tuan rumah kontes kecantikan tingkat
dunia itu harus dihargai. Kalau itu meninggikan citra Indonesia di mata dunia,
kenapa tidak?. Dalam pandangan HAM, sebaiknya masyarakat saling menghargai hak
masing-masing. Jangan ada pemaksaan kehendak, apalagi yang dicapai dengan
cara-cara kekerasan.
Konon
katanya, menurut dari berbagai sumber, Miss World adalah suatu ajang pencarian
ratu sejagad. Dan penilaiannya dengan 3 indikator utama, yaitu kecantikan,
kepribadian, dan kepandaian. Ketiga indikator tersebut tidak dapat dipisahkan
satu dengan yang lainnya dalam ajang ini. Selain itu, Miss World pun tidak
mengesampingkan kebudayaan dari masing-masing negara peserta serta sisi
kemanusiaan. Setiap kontestan dituntut untuk mempertontonkan kemampuan yang
dimilikinya dengan mengusung kebudayaan negara asalnya. Para peserta pun
dituntut untuk melakukan suatu kegiatan sosial yang didokumentasikan untuk
dijadikan salah satu poin penilaian dalam kontes kecantikan ini.
Catatan
Kritis
Menurut
penulis, ada beberapa catatan kritis tentang Pro kontra Miss World 2013 ini:
Kesatu, penulis berharap agar semua pihak “jangan lebay” atas polemik Miss World ini. Seyogyanya, semua elemen bangsa kembali berfokus pada sejumlah masalah krusial bangsa yang sebenarnya lebih esensial bagi nasib masyarakat. Penulis sedikit miris melihat prokontra soal Miss World ini, karena telah menggeser isu-isu lain yang penting buat rakyat. Misalnya dari kasus korupsi Wisma Atlet dan Hambalang, isu kenaikan harga kebutuhan pokok, kedelai, “Gurita Korupsi Migas” dan lain-lain. Ingat!! Jauh lebih substansial bagi bangsa Indonesia untuk membicarakan serta mengkritisi bagaimana buruknya manajemen negara terhadap nasib rakyat yang tertindas, tidak mampu memenuhi hak mendasar warga atas pendidikan dan kesehatan yang layak.
Kesatu, penulis berharap agar semua pihak “jangan lebay” atas polemik Miss World ini. Seyogyanya, semua elemen bangsa kembali berfokus pada sejumlah masalah krusial bangsa yang sebenarnya lebih esensial bagi nasib masyarakat. Penulis sedikit miris melihat prokontra soal Miss World ini, karena telah menggeser isu-isu lain yang penting buat rakyat. Misalnya dari kasus korupsi Wisma Atlet dan Hambalang, isu kenaikan harga kebutuhan pokok, kedelai, “Gurita Korupsi Migas” dan lain-lain. Ingat!! Jauh lebih substansial bagi bangsa Indonesia untuk membicarakan serta mengkritisi bagaimana buruknya manajemen negara terhadap nasib rakyat yang tertindas, tidak mampu memenuhi hak mendasar warga atas pendidikan dan kesehatan yang layak.
Kedua,
penulis tidak sepakat dengan tindakan sejumlah kelompok yang bergaya seolah
“polisi moral”, tetapi di sisi lain ingin mengkritisi pendapat yang mendukung
Miss World ini seakan-akan sedemikian pentingnya untuk menonton”kontes ratu
sejagat”. Dalam konteks ajang Miss World ini, atas nama kebebasan berekspresi
sah-sah saja bila mengaitkan isu kebebasan orang mau membuat karya apa saja.
Penulis juga sepakat bila menghambat kreatifitas adalah juga pelanggaran HAM.
Ketiga,
Penulis juga berharap kedepan bangsa Indonesia juga harus menjadi bangsa yang
berpikir, bukan sekadar ‘mengunyah permen karet yang datang dari luar’ yang
terasa enak tapi tak jelas apa manfaatnya.
Keempat,
adanya Miss World ini seyogyanya di jadikan “hikmah” untuk semua, hikmah untuk
semakin “memperkuat cinta akan budaya sendiri”. Penulis pikir pudarnya budaya
asli Indonesia yang berupa “rendahnya cinta budaya daerah” disebabkan oleh
masyarakat Indonesia sendiri yang mulai berusaha meninggalkannya. Yang masih
banyak orang menganggap budaya daerah adalah budaya kolot, sehingga logikanya
kita sendirilah yang telah membunuh budaya sendiri.Budaya asli Indonesia mulai
bergeser ketika masyarakat mulai menganggap modernitas sebagai suatu budaya y
ang sempurna. Ketika modern telah mengglobalisasi membuat tradisi menjadi
“malu” menunjukkan dirinya sehingga kebudayaan menjadi “hilang” dan ketika kita
mulai menggali kebudayaan ketika itu kita temui kebudayaan telah dibunuh oleh
modernisasi. Kondisi “era” sekarang ini memang tidak mudah dalam menghadapi
arus globalisasi. Tak heran jika budaya Indonesia saat ini semakin tergerus.
Ada gejala, misalnya anak muda lebih suka budaya Korea ketimbang budaya
Indonesia atau lagu-lagu Indonesia. Mungkin itu dapat melemahkan nasionalisme
kita. Padahal sebenarnya kita memiliki suatu pemikiran starategis untuk
menghadapi arus globalisasi, kita memiliki kekuatan yakni keberagaman.
Dan Kelima,
adanya Miss World ini seyogyanya di jadikan “jalan” untuk “menggali adat
ketimuran kita”. Menurut penulis, pudarnya adat ketimuran yang selalu diajarkan
oleh budaya-budaya yang ada di Indonesia adalah salah satu faktor utama yang
menempa sikap mental buruk masyarakat kurun waktu belakangan ini. Contohnya:
saat ini orang lebih sibuk dijejaring sosial, selalu memperhatikan
teman-temannya di jejaring, tetapi teman yang berada di sampingnya sedang sakit
dia tidak tahu. Dan saat ini bapak dan anak, kakek dan cucu, adik dan kakak itu
berteman di jejaring sosial, yang mengakibatkan bahasa diantara mereka tidak
lagi memperhatikan tata berbahasa. Padahal sejatinya, bahwa bahasa yang dipakai
di jejaring sosial merupakan bahasa yang tidak mengenal tingkatan umur. Jadi
mereka di jejaring itu berbahasa mendatar, tidak ada lagi bahasa mendaki untuk
berkomunikasi dengan yang lebih tua, dan bahasa menurun ke yang lebih muda,
sehingga hormat kepada bapak jadi hilang dan santun ke anak jadi tidak ada.
Terakhir,
substansi penting dalam tulisan “Pro kontra Miss World 2013 ini” adalah “bangsa
ini seyogyanya untuk terus belajar”, dan tentunya belajar untuk meng-counter
gelombang budaya asing. Dan yang dibutuhkan bangsa kita hari ini adalah rumusan
kembali arah ke-Indonesiaan. Ini yang sering dilupakan orang. Kita memerlukan
sebuah konsep baru dengan konsep landasan sebelumnya. Itu yang mungkin perlu
dirumuskan.
Catatan Kontes Miss World
Catatan Pemenang
- Kiki Håkansson dari Swedia, Miss World 1951 berkuasa untuk periode terpanjang dalam sejarah Miss World: 475 hari (hampir 16 bulan) sejak dia dinobatkan pada 29 Juli 1951 di London, Inggris.[20][21]
- Unnur Birna Vilhjálmsdóttir dari Islandia, Miss World 2005 berkuasa untuk periode terpendek dalam sejarah Miss World: 294 hari hanya (kurang dari 10 bulan) pada saat dia menobatkan Taťána Kuchařová dari Republik Ceko pada tanggal 30 September 2006.[22][23]
- Ada tiga kali kemenangan back to back dalam sejarah Miss World:
- May Louise Flodin dari Swedia, Miss World 1952 dimahkotai oleh Miss World 1951 Kicki Håkansson dari Swedia.
- Lesley Langley dari Britania Raya, Miss World 1965 dimahkotai oleh Miss World 1964 Ann Sidney dari Britania Raya.
- Priyanka Chopra dari India, Miss World 2000 dimahkotai oleh Miss World 1999 Yukta Mookhey dari India.
- Interval terpanjang antara memenangkan gelar adalah Peru, Madeline Hartog-Bel memenangkan gelar pada 1967 dan, 37 tahun kemudian, María Julia Mantilla menjadi penerima kedua dari Peru.
- Wakil negara Asia pertama yang memenangkan Miss World adalah Reita Faria dari India, dinobatkan tahun 1966 di Britania Raya.
- Wakil negara Afrika Yang pertama untuk memenangkan Miss World adalah Agbani Darego dari Nigeria, dinobatkan tahun 2001 oleh Priyanka Chopra dari india (Miss World 2000) di Sun City, Afrika Selatan.
- Wakil negara Asia Timur pertama untuk memenangkan Miss World adalah Zhang Zilin dari Cina, Dia dinobatkan pada tahun 2007 di Sanya, Cina.
- Wakil negara Amerika Latin pertama yang memenangkan Miss World adalah Susana Duijm dari Venezuela, dinobatkan tahun 1955 di Britania Raya.
- Wakil negara Asia Tenggara pertama yang memenangkan Miss World adalah Megan Young dari Filipina, dinobatkan tahun 2013 di Bali,Indonesia
Catatan Peserta
- Sebagian besar pemenang awal kontes kecantikan utama berasal dari keturunan Skandinavian: Armi Kuusela dari Finlandia memenangkan Miss Universe 1952, Catharina Svensson dari Denmark memenangkan Miss Earth 2001 dan Kiki Håkansson dari Swedia memenangkan Miss World 1951. Miss International menjadi pengecualian dimana Stella Márquez dari Colombia memenangkan mahkota Miss International pertama di tahun 1960.
- Miss World tetap menjadi satu-satunya dari kontes internasional utama dengan dua pemenang mengundurkan diri atau dicopot: Miss World mengganti Helen Morgan di tahun 1974 dan Gabriela Brum di tahun 1980.
- Delapan pemenang Miss World menempati tempat sebagai runners-up atau semi-finalis di kontes Miss Universe. Mereka adalah: Susana Duijm—semi-finalis, Venezuela 1955; Corine Rottschäfer—semi-finalis, Holland 1958; Rosemarie Frankland—runner-up 1, Wales 1961; Madeleine Hartog Bell—semi-finalis, Peru 1966; Eva Rueber-Staier—semi-finalis, Austria 1969; Helen Morgan—runner-up 1, Wales 1974 (dicopot); Gina Swainson—runner-up 1, Bermuda 1979 dan Agbani Darego—semi-finalis, Nigeria 2001.
- Tiga delegasi Miss World menempati tempat sebagai finalis/semifinalis dalam kontes sebelum kemenangan mereka di Miss International: Brucene Smith dari USA, Top 7 finalis di Miss World 1971;Goizeder Azua dari Venezuela, Top 10 finalis di Miss World 2002; dan Anagabriela Espinoza dari Meksiko, Top 15 semifinalis di Miss World 2008.
- Dua pemenang Miss World menempati tempat sebagai runners-up di ajang Miss International: Catharina Johanna Lodders dari Belanda, runner-up 3 di Miss International 1962; dan Aneta Kręglicka dari Polandia, runner-up 1 di Miss International 1989.
- Sophie Perin dari Perancis adalah delegasi di ajang Miss Universe dan Miss World yang tidak menempati tempat di kedua kontes tersebut dan di kemudian hari memenangkan gelar Miss International di tahun 1976.
- Anne Lena Hansen dari Norwegia dan Christina Sawaya dari Lebanon tidak menempati tempat di Miss World dan di kemudian hari memenangkan gelar Miss International di tahun 1995 dan 2002, masing-masing.
Lokasi
Untuk daftar penuh lokasi penyelenggaraan, lihat Daftar
pemegang titel Miss World.
- pemenang telah dinobatkan sebagai Miss World di tanah air mereka sendiri:
- 1961: Rosemarie Frankland (United Kingdom) dinobatkan di London, UK.
- 1964: Ann Sidney (United Kingdom) dinobatkan di London, UK.
- 1965: Lesley Langley (United Kingdom) dinobatkan di London, UK.
- 1974: Helen Morgan (United Kingdom) dinobatkan di London, UK. (mengundurkan diri)
- 1983: Sarah-Jane Hutt (United Kingdom) dinobatkan di London, UK.
- 2007: Zhang Zilin (China) dinobatkan di Sanya, China.
- 2012: Yu Wenxia (China) dinobatkan di Ordos, China.
- 5 pemenang Miss World telah menobatkan penerus mereka di tanah air mereka sendiri:
- 1961: Rosemarie Frankland (United Kingdom) menobatkan 1962: Catharina Lodders (Holland) di London, UK.
- 1964: Ann Sidney (United Kingdom) menobatkan 1965: Lesley Langley (United Kingdom) di London, UK.
- 1965: Lesley Langley (United Kingdom) menobatkan 1966: Reita Faria (India) di London, UK.
- 1983: Sarah-Jane Hutt (United Kingdom) menobatkan 1984: Astrid Carolina Herrera (Venezuela) di London, UK.
- 1990: Gina Tolleson (United States) menobatkan 1991: Ninibeth Leal (Venezuela) di Atlanta, USA.
- Diluar Britania Raya, Afrika Selatan telah menyelenggarakan kontes Miss World terbanyak, yakni tujuh kali, diantaranya:
- Afrika Selatan: Sun City (1992, 1993, 1994, 1995, 2001), Johannesburg (2008, 2009)
- Selain Inggris dan Afrika Selatan, negara-negara lain untuk menjadi tuan rumah kontes lebih dari sekali adalah:
Perhelatan
kontes Miss World sudah berlangsung di Bali. Bahkan, rangkaian kontes
kecantikan sejagad itu memasuki hari kelima. Pemerintah pun merevisi izin yang
diberikan kepada panitia untuk menggelar acara puncak kontes Miss World di
Jakarta dan Bogor pada 28 September 2013.
Meski
seluruh kegiatan Miss World diprediksi hanya dilakukan di Bali, namun prediksi
itu tidak menyurutkan langkah kelompok kontra hajat akbar dunia itu untuk
menggelar aksi penolakan. Isu yang berkembang, kelompok kontra Miss World dari
Front Pembela Islam (FPI) akan memasuki Bali melalui Pelabuhan Ketapang. Info
ini tersebar melalui pesan singkat (SMS) dan BlackBerry Messenger (BBM).
Namun,
Kapolda Bali, Inspektur Jenderal Arif Wachyunadi membantah hal tersebut. "Kata siapa informasi itu? Saya
belum dengar. Kasih tahu saya informasi itu dari siapa, nanti biar saya tanya
ke mereka," kata Arif usai serah terima jabatan sejumlah kapolres di
lingkup Polda Bali, akhir pekan lalu (12/9).
Arif
menegaskan, sejak awal polda sudah melakukan pengamanan ketat terhadap
perhelatan Miss World. Termasuk jika seluruh kegiatan yang terkait kontes itu
akan dipusatkan di beberapa lokasi di Bali, Arif mengaku institusinya siap
memberikan pengamanan prima.
"Dari
awal kami sudah lakukan pengamanan. Termasuk jika seluruh rangkaian kegiatan
Miss World dipusatkan di Bali, kita amankan," tegas dia.
Arif yang
masuk dalam daftar mutasi Kapolda itu menjamin tak ada ormas yang akan
mengganggu jalannya kontes Miss World, termasuk FPI yang dikabarkan sudah
sampai Banyuwangi, Jawa Timur. "Kita amankan saja. Saya belum dengar tuh.
Semuanya kita amankan. Sampai hari ini aman," imbuh pria kelahiran Bogor,
Jawa Barat tersebut.
Sebelumnya
beredar luas di kalangan masyarakat jika FPI akan masuk ke Bali esok hari,
Sabtu 14 September 2013. Informasi itu berkembang melalui SMS dan BBM. Berikut
isi pesan berantai itu:
Sabtu 14 Sept
2013 sek jam. 09.00 wib, s/d selesai, ada rencana kegiatan unjukrasa dari FPI,
yg diikuti beberapa daerah kab. di luar wil. Kab. Bwgi, agenda blokade
Pelabuhan penyebrangan ASDP ketapang Bwgi, dan ada renc. Setelah unjuk rasa,
akan memaksa menyeberang ke Bali, menuju lokasi dilaksanakannya MISS. WORLD, di
Bali, pengerahan Massa -+1000 org di kordinir oleh Ketua FPI Jtm. Krn Fatwa MUI
telah menolak kontes Miss World di Indonesia (info dr IK Polres
Banyuwangi)
Dhia
Prekasha Yoedha
Pengamat Sosial dan Budaya
Universitas Indonesia (UI) Devie Rahmawati menegaskan, saat ini bukan saatnya
lagi memperdebatkan isu ajang Miss World sebagai ajang memamerkan kecantikan
dan tubuh wanita versi kelompok tertentu.
Tetapi ajang tersebut merupakan sebuah kegiatan positif yang diikuti 130 negara, untuk menyampaikan pesan politik dan sebagai duta bagi negara yang diwakili tiap kontestan.
"Saat ini sudah bukan saatnya lagi mengedepankan isu pamerkan tubuh wanita, bukan isu itu lagi. Tetapi ajang Miss World dapat memberikan manfaat bagi tiap kontestan menyampaikan yang terbaik tentang negaranya, tentunya memang harus dipilih yang terbaik," tegasnya, Minggu (22/09/2013) malam.
Devie menjelaskan, dari 130 negara tentunya memiliki ideologi yang berbeda-beda. Salah satunya Indonesia tetap berpegang teguh pada ideologi Pancasila.
"Penolakan itu pasti tetap terjadi dimanapun, tetapi ajang ini lebih kepada kesempatan berdiplomasi oleh para kontestan menyampaikan pesan politiknya," papar dosen Vokasi UI ini.
Tetapi ajang tersebut merupakan sebuah kegiatan positif yang diikuti 130 negara, untuk menyampaikan pesan politik dan sebagai duta bagi negara yang diwakili tiap kontestan.
"Saat ini sudah bukan saatnya lagi mengedepankan isu pamerkan tubuh wanita, bukan isu itu lagi. Tetapi ajang Miss World dapat memberikan manfaat bagi tiap kontestan menyampaikan yang terbaik tentang negaranya, tentunya memang harus dipilih yang terbaik," tegasnya, Minggu (22/09/2013) malam.
Devie menjelaskan, dari 130 negara tentunya memiliki ideologi yang berbeda-beda. Salah satunya Indonesia tetap berpegang teguh pada ideologi Pancasila.
"Penolakan itu pasti tetap terjadi dimanapun, tetapi ajang ini lebih kepada kesempatan berdiplomasi oleh para kontestan menyampaikan pesan politiknya," papar dosen Vokasi UI ini.
PENYELENGGARAAN
Miss World di Bali dijamin aman, termasuk dari upaya ormas atau pihak lain yang
akan menggagalkan perhelatan tahunan tingkat internasional tersebut. Hal ini
disampaikan Kapolda Bali Irjen Pol Arif Wachyunadi.
Arif memastikan bahwa kesiapan dari aparat keamanan sekaligus menanggapi isu atau kabar yang banyak beredar di BlackBerry dan media sosial lainnya jika ada ormas penentang Miss World akan masuk ke Bali.
Dia mengatakan, sejak awal pihaknya telah melakukan langkah pengamanan secara ketat terhadap perhelatan Miss World, mulai dari setiap pintu masuk utama pelabuhan ke Bali. Demikian juga pengamanan dilakukan di setiap lokasi atau venue yang menjadi tempat kegiatan kontenstan dari 130 negara itu.
Apabila seluruh kegiatan Miss World akan dipusatkan di Bali, Arif mengaku bahwa institusinya siap memberikan pengamanan prima.
"Sejak awal, kami siap melakukan pengamanan. Termasuk jika kemudian seluruh kegiatan Miss World dipusatkan di Bali, pasti kita amankan," tegas Arif usai serah terima jabatan beberapa Kapolres se-Bali di Mapolda, Jumat malam, 13 September 2013.
Dia juga menjamin, tidak ada ormas yang akan mengganggu jalannya perhelatan Miss World. Jika memang ada indikasi pergerakan ormas yang mau mengacaukan, tentu akan diantisipasi sejak dini agar mereka tidak bisa masuk ke Bali.
"Ya pasti kita amankan. Sampai saat ini saya belum ada informasi itu (ormas ke Bali), hari ini aman," jelas Arif yang sebentar lagi akan meletakkan jabatan sebagai Kapolda Bali.
Menanggapi isu akan datangnya kelompok penolak Miss World seperti dari Front Pembela Islam (FPI) akan memasuki Bali melalui Pelabuhan Ketapang, Arif menepis hal itu.
"Informasi dari mana itu, saya belum dengar. Coba beri tahu informasinya siapa, biar saya tanya ke mereka," imbuh pria asal Bogor Jawa Barat itu.
Arif memastikan bahwa kesiapan dari aparat keamanan sekaligus menanggapi isu atau kabar yang banyak beredar di BlackBerry dan media sosial lainnya jika ada ormas penentang Miss World akan masuk ke Bali.
Dia mengatakan, sejak awal pihaknya telah melakukan langkah pengamanan secara ketat terhadap perhelatan Miss World, mulai dari setiap pintu masuk utama pelabuhan ke Bali. Demikian juga pengamanan dilakukan di setiap lokasi atau venue yang menjadi tempat kegiatan kontenstan dari 130 negara itu.
Apabila seluruh kegiatan Miss World akan dipusatkan di Bali, Arif mengaku bahwa institusinya siap memberikan pengamanan prima.
"Sejak awal, kami siap melakukan pengamanan. Termasuk jika kemudian seluruh kegiatan Miss World dipusatkan di Bali, pasti kita amankan," tegas Arif usai serah terima jabatan beberapa Kapolres se-Bali di Mapolda, Jumat malam, 13 September 2013.
Dia juga menjamin, tidak ada ormas yang akan mengganggu jalannya perhelatan Miss World. Jika memang ada indikasi pergerakan ormas yang mau mengacaukan, tentu akan diantisipasi sejak dini agar mereka tidak bisa masuk ke Bali.
"Ya pasti kita amankan. Sampai saat ini saya belum ada informasi itu (ormas ke Bali), hari ini aman," jelas Arif yang sebentar lagi akan meletakkan jabatan sebagai Kapolda Bali.
Menanggapi isu akan datangnya kelompok penolak Miss World seperti dari Front Pembela Islam (FPI) akan memasuki Bali melalui Pelabuhan Ketapang, Arif menepis hal itu.
"Informasi dari mana itu, saya belum dengar. Coba beri tahu informasinya siapa, biar saya tanya ke mereka," imbuh pria asal Bogor Jawa Barat itu.
127 delegasi yang terdaftar :
|
Negara/Teritorial
|
Kontestan
|
Usia
|
Tinggi
|
Daerah Asal
|
|
Marilyn
Ramos[21]
|
22
|
|||
|
Ersela
Kunti[22]
|
22
|
|||
|
Olivia
Jordan[23]
|
22
|
|||
|
Maria
Castelo[24]
|
23
|
|||
|
Teresa
Kuster[25]
|
24
|
|||
|
Larisa
Leeuwe[26]
|
22
|
|||
|
Erin
Holland[27]
|
24
|
|||
|
Ena Kadić[28]
|
23
|
|||
|
De'Andra
Bannister[29]
|
23
|
1.78 m (5
ft 9 1/2 in)
|
||
|
Regina
Ramjit[30]
|
19
|
|||
|
Jacqueline
Steenbeek[31]
|
23
|
|||
|
Maryia
Vialichka[32]
|
22
|
|||
|
Noémie
Happart[33]
|
19
|
|||
|
Idolly
Louise Saldivar[34]
|
22
|
|||
|
Katherine
Arnfield[35]
|
17
|
|||
|
Alejandra
Castillo[36]
|
20
|
1.79 m (5
ft 10 1⁄2 in)
|
||
|
Sanda
Gutić[37]
|
19
|
|||
|
Rosemary
Keofitlhetse[38]
|
20
|
|||
|
Sancler
Frantz[39]
|
21
|
|||
|
Nansi
Karaboycheva[40]
|
20
|
|||
|
Camille
Munro[41]
|
22
|
|||
|
Camila
Andrade[42]
|
22
|
|||
|
Yu Weiwei[43]
|
25
|
|||
|
Cinzia
Chang[44]
|
21
|
|||
|
Daniela
Ocoro[45]
|
23
|
|||
|
Yarly
Marín[46]
|
23
|
|||
|
Aïssata
Dia Ezzedine[47]
|
18
|
|||
|
Xafira
Urselita[48]
|
17
|
|||
|
Kristy
Agapiou[49]
|
21
|
|||
|
Malene
Sørensen[50]
|
20
|
|||
|
Leslassa
Armour-Shillingford[51]
|
19
|
|||
|
Laritza
Párraga[52]
|
19
|
|||
|
Paola
Ayala[53]
|
18
|
|||
|
Kirsty
Heslewood[54]
|
24
|
Bishop's
Stortford
|
||
|
Restituta
Nguema[55]
|
19
|
|||
|
Genet
Tsegay[56]
|
21
|
|||
|
Caireen
Erbsleben[57]
|
21
|
|||
|
Megan
Lynne Young[58]
|
23
|
|||
|
Maija
Kerisalmi[59]
|
20
|
|||
|
Brunilla
Moussadingou[60]
|
20
|
|||
|
Tamar
Shedania [61]
|
20
|
|||
|
Carranzar
Shooter[62]
|
22
|
|||
|
Maroua
Kharbouch[63]
|
22
|
|||
|
Sheryna
van der Koelen[64]
|
21
|
|||
|
Camarin
Mendiola[65]
|
17
|
|||
|
Loraine
Quinto [66]
|
25
|
|||
|
Mariama
Diallo[67]
|
22
|
|||
|
Heny
Tavares[68]
|
21
|
|||
|
Ruqayyah
Boyer[69]
|
23
|
|||
|
Ketsia
Lioudy[70]
|
21
|
|||
|
Mónica
Elwin[71]
|
19
|
|||
|
Jacqueline
Wong[72]
|
24
|
|||
|
Annamária
Rákosi[73]
|
21
|
|||
|
Sigridur
Dagbjort[74]
|
22
|
|||
|
Navneet
Dhillon[75]
|
20
|
|||
|
17
|
||||
|
Aoife
Walsh[77]
|
23
|
|||
|
Sarah
Baderna[78]
|
22
|
|||
|
Gina
Hargitay[79]
|
18
|
|||
|
Amina
Sabbah[80]
|
18
|
|||
|
Michiko
Tanaka[81]
|
23
|
|||
|
Denise
Ayena[82]
|
22
|
|||
|
Aynur
Toleuova[83]
|
18
|
|||
|
Wangui
Gitonga[84]
|
23
|
|||
|
Kertis
Malone[85]
|
21
|
|||
|
Petra Cabrera-Badia[86]
|
21
|
|||
|
Zhibek
Nukeyeva[87]
|
19
|
|||
|
Min Ji
Park[88]
|
24
|
|||
|
Antigona
Sejdiu[89]
|
19
|
|||
|
Lana
Grzetic[90]
|
18
|
|||
|
Eva
Dombrovska[91]
|
22
|
|||
|
Karen
Ghrawi[92]
|
22
|
|||
|
Mamahlape
Matsoso[93]
|
19
|
|||
|
Rūta
Mazurevičiūtė[94]
|
22
|
|||
|
Kristina
Spasenoska[95]
|
21
|
|||
|
Melinder
Kaur Bhullar[96]
|
20
|
|||
|
Donna
Leyland[97]
|
20
|
|||
|
Julie
Lebrasseur[98]
|
19
|
|||
|
Nathalie
Lesage[99]
|
18
|
|||
|
Marilyn
Chagoya[29]
|
19
|
|||
|
Valeria
Tsurkan[100]
|
18
|
|||
|
Pagmadulam
Sukhbaatar[101]
|
22
|
|||
|
Ivana
Milojko[102]
|
18
|
|||
|
Paulina
Malulu[103]
|
24
|
|||
|
Ishani
Shrestha[104]
|
22
|
|||
|
Luz Mery
Decena[105]
|
23
|
|||
|
Anna
Banner[106]
|
18
|
|||
|
Meagan
Green [107]
|
23
|
|||
|
Alexandra
Backström[108]
|
22
|
|||
|
Virginia
Hernández[109]
|
22
|
|||
|
Coral Ruíz
Reyes[110]
|
22
|
|||
|
Marine
Lorphelin[111]
|
20
|
|||
|
Elba
Fahsbender[112]
|
21
|
|||
|
Katarzyna
Krzeszowska [113]
|
22
|
|||
|
Elisabete
Rodrigues[114]
|
20
|
|||
|
Nadyalee
Torres[115]
|
25
|
|||
|
Lucie
Kovandová[116]
|
19
|
|||
|
Joely
Bernat[117]
|
24
|
|||
|
Elmira
Abdrazakova[118]
|
18
|
|||
|
Andreea
Chiru[119]
|
20
|
|||
|
Penina
Paeu[120]
|
21
|
|||
|
Jamey
Bowers[121]
|
24
|
|||
|
Trevicia
Adams[122]
|
22
|
|||
|
Ella Langsford [123]
|
20
|
|||
|
Aleksandra
Doknic[124]
|
19
|
|||
|
Agnes
Emmanuel[125]
|
19
|
|||
|
Maria-Anna
Zenieris[126]
|
18
|
|||
|
Karolína
Chomisteková[127]
|
19
|
|||
|
Maja Cotič[128]
|
24
|
|||
|
Elena
Ibarbia Jiménez[129]
|
18
|
|||
|
Iresha
Asanki De Silva[130]
|
22
|
|||
|
Manuela
Matong[131]
|
21
|
|||
|
Agneta
Myhrman[132]
|
18
|
|||
|
Cindy
Williner[133]
|
18
|
|||
|
Bridgitte
Alfred[134]
|
20
|
|||
|
Kanyaphak Phokesomboon[135]
|
22
|
|||
|
Sherrece
Villafana[136]
|
19
|
|||
|
Hiba
Telmoudi[137]
|
22
|
|||
|
Ruveyda
Oksuz[138]
|
19
|
|||
|
Stellah
Nantumbwe[139]
|
22
|
|||
|
Anna
Zayachkivska[140]
|
21
|
|||
|
Rahima
Ganieva[141]
|
18
|
|||
|
Karen Soto[142]
|
21
|
|||
|
Lại Hương
Thảo[143]
|
22
|
|||
|
Gabrielle
Shaw[144]
|
19
|
|||
|
Athina
Pikraki[145]
|
21
|
|||
|
Christine
Mwaaba[146]
|
24
|
sumber:
http://www.republika.co.id/berita/nasional/umum/13/09/20/mtexz7-pro-dan-kontra-miss-world-2013-terus-bergulir
http://gagasanhukum.wordpress.com/2013/09/12/pro-kontra-miss-world-2013/
http://lifestyle.okezone.com/read/2013/09/14/29/865943/kapolda-jamin-miss-world-2013-di-bali-aman
http://nasional.sindonews.com/read/2013/09/23/15/786138/miss-world-bukan-ajang-pamer-kecantikan-tubuh-wanita
http://m.aktual.co/nusantara/010255kapolda-bali-fpi-bubarkan-miss-world-cuma-isu
http://gagasanhukum.wordpress.com/2013/09/12/pro-kontra-miss-world-2013/
http://lifestyle.okezone.com/read/2013/09/14/29/865943/kapolda-jamin-miss-world-2013-di-bali-aman
http://nasional.sindonews.com/read/2013/09/23/15/786138/miss-world-bukan-ajang-pamer-kecantikan-tubuh-wanita
http://m.aktual.co/nusantara/010255kapolda-bali-fpi-bubarkan-miss-world-cuma-isu