Kamis, 15 Oktober 2015

T.C



Tower Crane
Tower crane adalah alat angkut barang yang biasanya sering digunakan pada pembangunan gedung gedung bertingkat semisal perkantoran ,apartement,sekolah dan lain lain.
Prinsip kerja tower crane
berdasarkan kekuatan mesin (genset), keseimbangan beban, momen dan tegangan tarik kabel, serta sifatnya dapat berputar 360 derajat. Pada prinsipnya, tower crane merupakan pesawat pengangkat dan pengangkut yang memiliki mekanisme gerakan yang cukup lengkap yakni : kemampuan mengangkat muatan (lifting) menggeser (trolleying), menahannya tetap di atas bila diperlukan dan membawa muatan ke tempat yang ditentukan (slewing dan travelling). Operasi kerja yang identik dan muatan yang seragam yang diangkutnya, memungkinkan fasilitas transport dilakukan secara otomatis. Bukan hanya untuk memindahkan, melainkan juga untuk proses bongkar muatan. Tower crane mampu menjangkau tempat yang jauh, mempunyai kapasitas angkut yang besar, dan dapat diatur mengikuti ketinggian bangunan.
Bagian-Bagian Tower Crane
Sebuah tower crane setidaknya terdiri dari 3 bagian:
1.       Pondasi
https://hansenkammer.files.wordpress.com/2011/02/cimg2545.jpg?w=300&h=225
Bagian ini berfungsi meneruskan beban dari tower crane ke tanah keras dan sebagai penahan agar tower crane tidak jatuh. Pada bagian inilah kaki tower crane dibaut pada pondasi beton yang masif dan besar.
2.       Tiang/standard section
https://hansenkammer.files.wordpress.com/2011/02/cimg2450.jpg?w=771&h=1024
Bagian ini merupakan bagian vertikal dari tower crane yang bisa terus tumbuh seiring dengan kebutuhan proyek. Pada bagian ini terdapat tangga vertikal yang dibagi per section yang nantinya akan digunakan oleh operator untuk naik ke atas.
3.       Unit yang berputar
https://hansenkammer.files.wordpress.com/2011/02/tower-crane15.jpg?w=1075
Bagian ini terdiri dari 3 bagian:
a.       Horizontal jib
https://hansenkammer.files.wordpress.com/2011/02/basic-parts-of-tower-crane_clip_image008.jpg?w=1075
Horizontal jib adalah bagian horizontal dari sebuah tower crane yang panjang dan berfungsi sebagai bagian pengangkat beban. Disebut pula sebagai hoisting jib atau working jib.
b.      Machinery jib
https://hansenkammer.files.wordpress.com/2011/02/basic-parts-of-tower-crane_clip_image006.jpg?w=1075
Pada bagian inilah terdapat motor penggerak tower crane, alat elektronik dan sebuah beton masif yang berfungsi sebagai counter balance. Oleh karena itu sering pula disebut counter balance jib.
c.       Operator’s cab
https://hansenkammer.files.wordpress.com/2011/02/basic-parts-of-tower-crane_clip_image004.jpg?w=1075
Tempat dimana operator bekerja. Cab ini haruslah memiliki jendela besar untuk memastikan operator memiliki pandangan penuh terhadap lokasi konstruksi. Mengingat letaknya yang tinggi, cab ini juga sebaiknya dilengkapi dengan AC dan perlengkapan lainnya.
Berapa besar beban yang mampu diangkat sebuah tower crane
Tipikal tower crane memiliki spesifikasi sebagai berikut:
  • Tinggi maksimum berdiri sendiri – 265 kaki (80 meter)
Tower crane bisa saja memiliki tinggi lebih dari 80 meter hanya jika tower crane dipegang/digantungkan pada bangunan sehingga bisa tumbuh seiring dengan bertambah tingginya bangunan proyek
  • Jangkauan maksimum – 230 kaki (70 meter)
  • Daya angkat maksimum – 18 metric ton, 300 tonne-meter
  • Counterweight – 20 ton
Daya angkat maksimum tower crane adalah 18 ton tetapi tower crane tidak boleh mengangkat beban sebesar itu pada ujung terjauh jib nya. Semakin dekat posisi beban yang diangkat dengan tiang tower crane, semakin besar beban yang dapat diangkat dengan aman. Oleh karena itu pembebanan tower crane mengikuti prinsip 300 tonne-meter. Maksudnya apabila beban berada sejauh 30 meter dari tiang, maka beban yang diperbolehkan sebesar 10 ton. Apabila beban berada sejauh 50 meter, maka beban yang diperbolehkan sebesar 6 ton.
https://hansenkammer.files.wordpress.com/2011/02/cimg2588.jpg?w=300&h=225
Tower crane dilengkapi dengan dua tombol limit untuk memastikan operator tidak mengangkat beban berlebih:
  • Tombol beban maksimum memonitor tarikan pada kabel dan memastikan beban tidak melebihi 18 ton
  • Tombol momen beban memastikan operator tidak melebihi prinsip tone-meter ketika beban digerakkan pada jib.
Mengapa tower crane tidak jatuh?
https://hansenkammer.files.wordpress.com/2011/02/tower-crane4.jpg?w=300&h=225
Elemen pertama yang memastikan stabilitas tower crane adalah pondasi beton besar yang telah dicor terlebih dahulu. Pondasi ini biasanya memiliki ukuran 10 x 10 x 1.3 meter (tapi tergantung pula tipe tower crane yang akan digunakan). Ada pula tipe tower crane yang mampu menghemat beton pondasi dengan memiliki 4 pondasi yang lebih kecil yang akan mendukung beban dari masing-masing kaki tower crane. Baut besar tertanam di dalam pondasi ini.
https://hansenkammer.files.wordpress.com/2011/02/tower-crane18.jpg?w=228&h=300
https://hansenkammer.files.wordpress.com/2011/02/tower-crane19.jpg?w=190&h=300

Tidak ada komentar:

Posting Komentar